Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Terperosok ke Lubang Saat Hindari Lumpur Sisa Banjir Warga Pidie Meninggal Dunia

Detak Terkini
Rabu, 19 Januari 2022, Januari 19, 2022 WIB

 

Jasad Jeuni bin Juned saat dievakuasi warga di Jalan Garot-Jabal Ghafur, tepatnya di Gampong Pukat, Kecamatan Pidie, Selasa (18/1/2022). 

SIGLI, DetakTerkini.com - Banjir yang melanda Pidie dalam dua hari terakhir sudah menelan korban jiwa.

Warga yang meninggal dunia adalah Jeuni bin Juned (47), asal Gampong Bambong Reuseb, Kecamatan Delima.

Jeuni mengembuskan nafas terakhir setelah sepeda motor (sepmor) yang dikendarainya terperosok ke lubang saat menghindari lumpur sisa banjir di Jalan Garot-Jabal Ghafur, kawasan Gampong Pukat, Kecamatan Pidie, Selasa (18/1/2022) sekitar pukul 02.30 WIB.

Untuk diketahui, Jalan Garot-Jabal Ghafur sempat terendam banjir akibat meluapnya Krueng Baro.

Kejadian yang merenggut nyawa Jeuni berawal saat ia mengendarai sepmorHonda Beat BL 4257 PAJ, terperosok ke lubang yang amblas akibat terkikis banjir.

"Korban tak tahu jika ada lubang di pinggir jalan yang terkikis banjir.

Sehingga, Jeuni bersama sepmornya tergelincir dalam lubang tersebut," kata Rudi Hermawan, warga yang melintasi lokasi kejadian kepada Serambi, Selasa (18/1/2022).

Saat insiden nahas itu terjadi, menurut Rudi, tidak ada saksi mata melihatnya.

Namun, jasad Jeuni yang tergeletak di badan jalan dilihat warga yang melintasi kawasan tersebut.

"Lalu, warga mengevakuasi korban ke rumah sakit," jelasnya dikutip dari SERAMBINEWS.COM

Abakar Assajawi (49) atau yang kerap disapa Abucek, abang sepupu korban kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, ia mengetahui Jeuni bin Juned meninggal setelah dihubungi warga gampongnya.

"Sebelum saya sampai ke lokasi, korban sudah meninggal karena terlambat penanganan," ungkap Abucek.
Ia menyebutkan, warga yang mengevakuasi jasad Jeuni sempat meminta pertolongan ke Puskesmas Pidie yang letaknya 30 meter dari lokasi.

Tapi, sambung Abucek, di puskesmas itu tak ada aktivitas.

Bahkan, ambulans juga tak ada di puskesmas tersebut.

"Sehingga, kami harus pergi ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli untuk mencari ambulans.

Saat datang ambulans, korban sudah mengembuskan nafas terakhir," terang Abucek seraya menyatakan selama ini Jeuni bekerja pada salah satu toko di Pusat Perbelanjaan Kota Sigli.

Terendam lagi

Informasi lain, Perumahan tsunami di Gampong Dayah Tutong Keulibeut, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, kembali terendam banjir pada Selasa (18/1/2022).

Genangan itu terjadi akibat meluapnya Krueng Baro setelah kawasan itu diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
Perumahan tsunami itu berada sekitar 600 meter dari sungai.

Sehingga, begitu sungai meluap, air langsung menerobos perumahan tsunami mulai pukul 21.00 WIB.

Pantauan Serambi, hingga pukul 11.00 WIB kemarin, banjir masih menggenangi perumahan tsunami di Gampong Dayah Tutong Keulibeut.

Sebagian pemilik rumah masih membersihkan lumpur banjir di lantai rumah yang mulai surut.

Tinggi air di lorong dalam kompleks perumahan tsunami itu setinggi 20 centimeter.

Air terlambat surut lantaran tak ada saluran pembuang.

Sehingga, air yang merendam perumahan tsunami tersebut harus disedot menggunakan mesin pompa air.

"Empat mesin pompa kita kerahkan untuk menyedot air," kata Keuchik Dayah Tutong, Safrizal, kepada Serambi, kemarin.

"Penyedotan air dilakukan sejak pukul 21.00 WIB, tapi sekarang belum berkurang," lanjutnya.

Perumahan tersebut menjadi langganan banjir karena letaknya sangat rendah.

Banjir biasanya terjadi setiap Desember.

Tapi, pada tahun ini banjir justru terjadi pada Januari.

Perumahan tsunami dihuni oleh 38 kepala keluarga (KK).

"Perumahan tsunami ini tak ubah seperi penampung air karena letaknya rendah," tutup Safrizal. 




Komentar

Tampilkan

  • Terperosok ke Lubang Saat Hindari Lumpur Sisa Banjir Warga Pidie Meninggal Dunia
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed