Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Fakta Petani Aceh Utara Rugi Rp 12 Miliar Akibat Banjir Awal Tahun

Detak Terkini
Selasa, 25 Januari 2022, Januari 25, 2022 WIB


Petani melakukan panen paksa padi yang terendam banjir di Desa Meunje, Aceh Utara, Kamis (6/1/2022). Sebanyak 68 hektare tanaman padi di kawasan tersebut rusak akibat terendam banjir.


ACEH UTARA, DetikTerkini.com - Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara sudah mendata jenis tanaman yang mengalami puso ekses banjir pada awal Januari 2022.


Ternyata, taksiran kerugian yang dialami petani miliaran rupiah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi MSi kepada Serambi, Senin (24/1/2021), secara terbuka mengungkapkan, kerugian petani yang ditimbulkan dampak banjir di Aceh Utara mencapai Rp 12,2 miliar.

Angka tersebut, sebutnya, bersumber dari persemaian padi untuk luas tanam 2.877 hektare yang terendam.

Sementara yang mengalami puso areal persemaian untuk penanaman seluas 1.404 hektare.

Di mana kerugian ditaksir mencapai Rp 528 juta.

“Kemudian, areal padi sawah yang berisi padi yang terendam mencapai 2.802 hektare, dan yang mengalami puso 1.753 hektare.

Sehingga kerugian petani mencapai Rp 10,5 miliar,” jelas Erwandi.

Untuk tanaman jagung yang terendam serta mengalami puso mencapai 50 hektare dengan taksiran kerugian petani sebesar Rp 925 juta.

Selanjutnya, tanaman tomat yang terendam dan mengalami puso 0,4 hektare dengan taksiran kerugian Rp 12 juta.
Lalu, tanaman cabai yang terendam mencapai 3.85 hektare dan yang mengalami puso mencapai satu hektare, sehingga warga rugi Rp 106 juta.

Berikutnya, tanaman terong luas areal yang terendam dan mengalami puso mencapai 0,6 hektare.

Artinya, mereka mengalami kerugian Rp 19.800.000.

Lalu, tanaman bawang merah luas areal yang terendam dan mengalami puso 1 hektare dengan taksiran kerugian 105 juta.
“Terakhir, adalah tanaman kedelai dengan luas areal yang terendam dan mengalami puso 5 hektare dengan taksiran kerugian Rp 37 juta,” pungkas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi.

Banjir yang terjadi awal tahun tersebut merendam 18 dari 27 kecamatan di Aceh Utara.

Dari jumlah itu, enam kecamatan termasuk kawasan terparah terendam banjir.

Masing-masing Matangkuli, Pirak Timu, Lhoksukon, Tanah Luas, Langkahan.

Selain karena ketinggian air yang mencapai 2 meter di kecamatan tersebut, juga banyak sarana umum rusak parah.

Banjir kali ini bukan hanya menelan harta benda masyarakat dan pemerintah, tapi juga dua warga Aceh Utara dilaporkan meninggal selama banjir tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi MSi kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, setelah kejadian banjir tersebut pihaknya sudah menyalurkan bantuan benih padi 500 kilogram jenis Inpari 32 kepada petani di Kecamatan Baktiya Barat, dan Syamtalira Aron.

Selain itu, juga benih cabai, tomat, terong dan pupuk ke petani di Kecamatan Tanah Pasir.

“Bantuan tersebut bersumber dari kita, dan disalurkan ke kawasan Baktiya Barat karena paling parah dampaknya, dan Syamtalira Aron,” ujar Erwandi.

Selain itu, tegas Kadis Pertanian dan Pangan Aceh Utara, bantuan benih tersebut diberikan hanya kepada petani yang benar-benar miskin, sehingga mereka nantinya bisa menggarap sawahnya kembali.

Komentar

Tampilkan

  • Fakta Petani Aceh Utara Rugi Rp 12 Miliar Akibat Banjir Awal Tahun
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed