Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gus Muhaimin Minta Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Selama PPKM Darurat

Senin, 05 Juli 2021 | Juli 05, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-05T04:12:06Z

 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Ist)


Jakarta, Detakterkini.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat secara resmi mulai berlaku hari ini, 3-20 Juli 2021 sebagai respons melonjaknya kasus Covid-19.







Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan, kebijakan ini akan berdampak pada berbagai sektor, termasuk ketersediaan pangan. Dia meminta pemerintah untuk memperhatikan dan mengantisipasinya dengan baik.








"Saya minta pemerintah memperhatikan betul masalah pangan, jangan sampai kekurangan. Dijaga betul akses dan distribusinya di pasar," kata Gus Muhaimin di Jakarta, Jumat, 2 Juli 2021.








Berkaca dari data Survei Frekuensi Tinggi Bank Dunia, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu, terungkap bahwa 31% lebih rumah tangga Indonesia mengalami kekurangan pangan pada Mei 2020.







Gus Muhaimin mengingatkan kasus tersebut tidak boleh terulang selama PSBB Darurat. Dia mendorong Pemerintah melakukan koordinasi lintas Kementerian, stakeholder dan pengusaha yang bergerak di sektor industri pangan untuk melakukan langkah strategis dalam upaya menjaga ketersediaan bahan pangan pokok selama PPKM Darurat berlangsung.







Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra ini secara khusus meminta Kementerian Pertanian (Kementan) fokus melakukan upaya pencegahan kekurangan ketersediaan bahan pangan pokok di pasar.







"Stoknya dijaga agar harga kebutuhan pokok stabil. Kenaikan harga bahan pangan jelas memengaruhi daya beli masyarakat," tegas Gus Muhaimin.







Terkait dengan Bantuan Sosial (Bansos), Gus Muhaimin mengingatkan akurasi data penerima. Menurutnya distribusi Bansos harus difokuskan kepada masyarakat menengah ke bawah, sebab mereka adalah kalangan yang paling rentan terdampak dari PPKM Darurat.







"Data penerima Bansos harus akurat. Saya kira perlu memanfaatkan teknologi digitalisasi agar penyaluran Bansos bahan pangan tepat sasaran dan tepat manfaat sesuai target," tandasnya.



×
Berita Terbaru Update