Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tak Ada Nakes, Warga Aceh Timur Tempuh Puluhan Kilometer untuk Mendapat Layanan Kesehatan

Selasa, 23 Maret 2021 | Maret 23, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-03-23T05:04:14Z
 
Masyarakat di tiga dusun di Desa Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur (Foto: Fadly P.B)



Aceh Timur, Detakterkini.com - Masyarakat di tiga dusun di Desa Bunin, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur mengeluhkan terkait tidak adanya Bidan PNS yang tinggal menetap di Puskesdes Karang Kuda di desa tersebut.

Tokoh Masyarakat Desa Bunin, Aman Sunar (45), kepada media ini, Selasa (23/3/2021), menyampaikan, pihaknya sangat prihatin melihat para Ibu hamil dan Ibu melahirkan yang seharusnya mendapat perawatan maksimal, terutama bagi bayi yang baru lahir.


"Masyarakat tiga dusun yakni Dusun Ketibung, Karang Kuda, dan Jamur Batang di Desa Bunin ini sudah sangat lama tidak memiliki Bidan yang tinggal menetap di Puskesdes Karang Kuda," ungkap Aman Sunar.


Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan perawatan Tenaga Kesehatan (Nakes), terpaksa harus pergi ke Klinik Swata di Kecamatan Penaron yang jaraknya puluhan kilometer. Selain jauhnya perjalanan yang harus ditempuh, mereka juga harus rela mengeluarkan biaya ekstra untuk pemeriksaan dan obat-obatan.


Ia menambahkan, Ibu hamil yang hendak melahirkan, terpaksa dibantu oleh Bidan kampung di rumah masing-masih pasien, atau diantar ke Puskesmas Kecamatan Penaron atau Klinik Swasta di Penaron.


“Dikarenakan di Puskesdes Karang Kuda tidak ada Bidan yang menetap. Jikapun ada, hanya Bidan Bakti yang ditugaskan oleh Puskesmas Kecamatan Serba Jadi, itupun tidak tinggal menetap di Pukesdes Karang Kuda. Bidan tersebut tinggalnya di Desa Arul Rurin. Kadang dalam seminggu, datang sekali ke Puskesdes. Selama ini yang kami lihat, yang aktif tinggal di Puskesdes Karang Kuda itu ada, Pak H. Mahidin, sebagai Petugas Perawat Kesehatan. Kan tidak mungkin para Ibu hamil dan Ibu melahirkan dibantu oleh Perawat Kesehatan," papar Sunar.



Ia berharap, segera ada penempatan Bidan dan Perawat Kesehatan yang menetap di Puskesdes Karang Kuda tersebut.


Hal senada disampaikan salah satu warga Serba Jadi Lokop, Bukhari Muslim (43). Menurutnya, Puskesdes Karang Kuda sangat butuh Bidan PNS yang tinggal menetap bersama Perawat Kesehatan di Puskesdes tersebut. Hal tersebut dikarenakan pasien yang datang tidak kenal waktu, terutama Ibu hamil ataupun yang akan melahirkan, serta bayi yang butuh tindakan darurat.


"Seperti kejadian 15 Maret 2021 kemarin, anak abang kandung saya yang bernama, Sinar Payong, sudah tiga hari tiga malam terbaring di rumah mau melahirkan dan sangat membutuhkan pertolongan dari Bidan. Karena Bidan tidak ada, terpaksa dibawa ke Klinik Delima Penaron untuk diperiksa kehamilanya. Dan akhirnya dibawa ke RS Geraha Bunda Idi untuk diperiksa, tanpa didampingi Bidan. Ternyata sampai di RS Geraha Bunda Idi harus segera di operasi," kisah Bukhari.



Ia menambahkan, sama halnya dengan, Karmila, warga Dusun Karang Kuda yang pada 19 Maret 2021 lalu mengalami pendarahan dan keguguran kandungan. Ia sangat membutuhkan pertolongan Bidan, tapi karena tidak ada Bidan yang menetap, Bukhari, terpaksa menghubungi pihak Puskesmas Serba Jadi agar segera mengirimkan Ambulance dan membawa pasien tersebut ke RS Geraha Bunda Idi.


“Kami berharap kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Timur, agar sudi kiranya menempatkan Bidan PNS di Puskesdes Karang Kuda. Selain itu, masyarakat di Dusun Katibung, Karang Kuda, dan Jamur Batang di Desa Bunin juga mengharapkan hal yang sama, mengingat luasnya wilayah kerja Puskesdes Karang Kuda yang sepertinya tidak layak lagi kalau statusnya sebagai Puskesdes," ungkapnya.


Untuk diketahui, Puskesdes Karang Kuda dibangun tahun 2008, dan hanya memiliki satu Perawat Kesehatan. Sementara jumlah jiwa yang masuk wilayah kerja Puskesdes Karang Kuda mencapai 1.238 jiwa, terdiri dari 172 Kepala Keluarga (KK), dengan rumah penduduk sebanyak 157 rumah.


Jarak Puskesdes Karang Kuda dari Fasilitas Kesehatan (Faskes) lainnya terbilang jauh, yakni ke Puskesmas Serba Jadi Lokop sejauh 31 km, ke Puskesmas Kecamatan Penaron sejauh 13 km, dan ke RSUD Zubir Mahmud Idi sejauh 80 km.


"Untuk mempermudah pelayanan kesehatan kepada masyarakat tiga dusun ini, kami mohon kepada Dinkes Kabupaten Aceh Timur dan Dinkes Aceh, agar sudi kiranya membangun satu unit Pustu Karang Kuda pada tahun 2021 ini," tukas Bukhari.


Laporan: Fadly P. B
Editor: Hedwig Randalinggi

×
Berita Terbaru Update