Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Defisit dan Hutang Daerah Membengkak, Begini Kata Pemkot Sabussalam

Minggu, 07 Maret 2021 | Maret 07, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-03-07T08:25:27Z
Konferensi Pers Pemkot Sabussalam. (Foto: Ramona)

Sabussalam, Detakterkini.com - Pemerintah Kota Subulussalam akhrinya memberikan tanggapannya perihal pemberitaan dibeberapa media berita online terkait defisit dan hutang daerah Pemerintah Kota Subulussalam.


Kepala BPKAD Kota Subulussalam, Drs. Salbunis, dalam keterangan yang diperoleh media ini, Sabtu (06/3/2021), menjelaskan, Sesuai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Subulussalam Tahun Anggaran 2018 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesa (BPK-RI) Nomor 22.A/LHP/XVIII.BAC/05/2019 tanggal 23 Mei 2019, Pemerintah Kota Subulussalam mengalami defisit Rp. 33.104.545.841,38 dan Memiliki utang beban dan utang jangka pendek lainnya di Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp. 51.288.479.854,00 yang membebani APBK TA 2019. 


Lebih jauh, Salbunis menjelaskan, sesuai dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Subulussalam Tahun Anggaran 2019 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesai (BPK-RI) Nomor 220.B/LHP/XVIII.BAC/06/2020 tanggal 26 Juni 2020 bahwa Pemerintah Kota SubulussalamMengalami defisit kas nyata sebesar Rp. 43.597.698.699,35 (empat puluh tiga milyar lima ratus sembilan puluh tujuh juta enam ratus sembilan puluh delapan ribu enam ratus sembilan puluh sembilan koma tiga lima rupiah).


“Dan Memiliki utang beban dan utang jangka pendek lainnya Tahun Anggaran 2019sebesar Rp. 29.561.777.712,00 yang akan membebani APBK 2020,” tandasnya.

 

Lebih lanjut ia menjelaskan untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Subulussalam Tahun Anggaran 2020 masih dalam proses Pemeriksaan (audit) oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesai (BPK-RI)


Pada APBK Subulussalam TA 2020, Pemerintah Kota Subulussalam menganggarkan defisit sebesar Rp. 3.423.860.766,06 (tiga milyar empat ratus dua puluh tiga juta delapan ratus enam puluh ribu tujuh ratus enam puluh enam koma nol enam rupiah).                                       


Pada APBK Subulussalam TA 2021, Pemerintah Kota Subulussalam menganggarkan defisit sebesar Rp. 27.133.923.943,00 (dua puluh tujuh milyar seratus tiga puluh tiga juta Sembilan ratus dua puluh tiga ribu Sembilan ratus                          


“Bahwa kondisi defisit anggaran APBK Subulussalam saat ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu defisit kas nyata dan utang beban dan utang jangka pendek lainnya pada Tahun-tahun Anggaran sebelumnya dan adanya bencana non-alam Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” imbuhnya.


Menurutnya, defisit kas nyata dan utang beban dan utang jangka pendek lainnya pada APBK Tahun Anggaran 2018 telah memberatkan dan membebani APBK 2019.                                


Defisit kas nyata dan utang beban dan utang jangka pendek lainnya pada APBK Tahun Anggaran 2019 telah memberatkan dan membebani APBK 2020 dan akan memberatkan dan membebani APBK 2021. Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap APBD Kota Subulussalam Tahun Anggaran 2020. Pendapatan dana transfer pusat pada APBD mengalami pengurangan sebesar 13,96 %atau sebesar Rp. 64.526.370.194,00 atau berkurang dari semula Rp. 461.953.306.120,00 atau menjadi Rp. 397.426.935.926,00.   


Akibat pengurangan ini, katanya lebih Lanjut, banyak program pembangunan yang telah direncanakan harus dibatalkan seperti Pembangunan Jalan Darul Aman – Bukit Alim dan Pembangunan Jalan Buloh Dori  Darul Aman   di Kecamatan Longkib danPembangunan Jalan Lae Soraya. Disamping itu juga banyak mata anggaran yang ada pada APBD juga dialihkan/direalokasi/di-refocusing 


“Pandemi COVID-19 masih memberikan dampak signifikan terhadap APBD Kota Subulussalam Tahun Anggaran 2021. Dan Pemerintah Kota Subulussalam saat ini berusaha keras untuk mengatasi defisit kas nyata dan utang beban dan utang jangka pendek secara bertahap,” imbuhnya.


Kendati demikian, beberapa program pembangunan yang telah dibatalkan pada Tahun Anggaran 2020 telah direncanakan kembali untuk dapat dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2021, yaitu Pembangunan Jalan Buloh Dori –Darul Aman di Kecamatan Longkib dan Pembangunan Jalan Lae Souraya.


“Beberapa upaya yang dilakukan terhadap situasi defisit dan utang beban dan utang jangka pendek lainnya adalah melalui efisiensi program-program daerah dan dengan melakukan pinjaman daerah ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia,” katanya.                                  


Ia menambahkan, defisit yang direncanakan pada APBK telah melalui pembahasan antara TAPK bersama Badan Anggaran DPRK Kota Subulussalam dan telah mendapatkan persetujuan bersama yang dituangkan dalam Qanun Kota Subulussalam serta telah melalui proses evaluasi oleh Gubernur dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.


Laporan: Ramona

×
Berita Terbaru Update